 | my fellow earthicans, | |
welcome to my virtual blackbox.
Sudah lama sekali tidak update multiply, sampai lupa passwordnya. Tampilannya banyak yang berubah, jadi bingung mengoperasikannya. Sementara saya pelajari, berikut adalah artikel yang saya tulis untuk IFmedia mengenai band yang tidak baru dan tidak juga lama. Untuk lebih jelasnya, silahkan dibaca. Kalau mau komentar, ditunggu di theifmedia.com. Trims!
The Porno : Catatan 10 Tahun Perjalanan Sebuah Band yang Tidak ‘Baru’ Oleh Nadia Rachel
Lebih dari satu dekade yang lalu, sekumpulan anak muda yang bertetangga mempunyai mimpi, untuk membentuk band yang tidak tunduk kepada pecut komersil dan tidak duduk satu ruangan dengan mesin-mesin kapitalis. Kini, sekumpulan anak muda tersebut menghidupi mimpi mereka semasa kecil. IF Media mengulik kisah perjalanan The Porno, mulai dari memperkosa ampli sampai Miyabi. Hangga (vokal), Pandu (gitar), Yanu (bass) dan Bowo (drum) pada awalnya memiliki bandnya masing-masing dengan tujuan yang tidak jauh berbeda dengan anak muda yang jatuh cinta pada dunia musik; iseng semata. Berawal dari iseng, mereka kemudian menyatukan idealisme musik masing-masing yang notabene berakar dari genre post punk. Hangga, yang didaulat jadi bapaknya The Porno, menjadi salah satu pencetusnya. Namun semakin hari, idealisme mereka semua berkembang dan entah apa rumus yang mereka pakai, namun empat kepala itu berhasil disatukan dalam suatu harmoni ala The Porno. Nama yang cukup menggugah pikiran orang yang mendengarnya ternyata dipilih bukan karena mereka penggemar film porno. Mereka bahkan tidak ambil pusing dengan kedatangan Miyabi ke Indonesia yang dilarang. Mereka memilih kata tersebut karena terminologi ‘porno’ itu sendiri adalah kata yang tabu untuk kebanyakan orang Indonesia. Secara implisit, mereka ingin menyatakan deklarasi bahwa mereka mendukung musik yang tetap mengusung idealisme band itu sendiri, yang pada umumnya tabu bagi pemusik dalam negeri yang pada prakteknya cenderung menyerahkan tampuk idealisme mereka kepada pihak label. “Band-band lain dari segi musikalitas sudah baik, seharusnya mereka dapat apresiasi lebih. Tapi sayangnya di sini lebih lihat ke pasar sih, kalau nggak komersil, nggak naik daun. Kita juga punya idealisme sendiri, tapi kita mau mengembangkannya agar penonton bisa ‘dengar’ ide-ide kita,” tutur Hangga ketika ditanya lebih lanjut mengenai kedudukan idealisme dalam sebuah band. Dengan kata lain, The Porno tidak mau tunduk 100% kepada keinginan pasar. Ketika penonton mengatakan bahwa mereka memiliki performance yang patut diacungi dua jempol kemudian penonton tersebut pulang dengan suatu kesan, pengakuan itu sudah lebih dari cukup untuk The Porno. Pada umumnya, akan lebih sulit menjajaki karir jika suatu band enggan mengatakan ‘ya’ pada pasar. Kompetitor lainnya akan dengan mudah menduduki posisi sebuah band terkenal dalam sekejap, hanya karena kompetitor baru tersebut mudah diajak kompromi dengan pasar. Namun tidak demikian halnya dengan The Porno. “Kita nggak menganggap ada kompetisi tertentu kok, support aja karya yang lain. Post punk memang masih lumayan jarang di Jakarta, kalau dibandingkan dengan di daerah. Jangan salah, tinggal di daerah bukan berarti terbelakang dalam musik. Pasar di kota besar itu lebih trendy, kalau di daerah perputaran modenya lebih minim, tapi perkembangannya malah lebih konstan. Mereka berani membentuk image mereka melalui musik. Itulah keinginan kita, The Porno harus mengedepankan musik dari pada gaya." The Porno mengakui tidak pernah berhenti berinovasi dalam bermusik. Sebagai contoh, alat musik tertentu yang oleh genre lain dipakai untuk tujuan tertentu, dapat dikaryakan mereka untuk tujuan lain. Ketika mereka menemukan ampli, mereka akan memutar otak untuk menempatkan suara dari ampli tersebut dalam lagu mereka. Ibaratnya di dalam kepala mereka masing-masing, ada potongan-potongan puzzle yang tercerai-berai, dan mereka satukan bersama menggunakan elemen-elemen yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Hasil akhirnya adalah gambar yang sempurna menurut tolak ukur mereka; lagu yang dapat meninggalkan kesan tertentu bagi pendengarnya. Mental ‘tidak terima jadi’ inilah yang menjadi kekuatan The Porno untuk terus berkreasi. Kreasi The Porno tidak hanya berhenti sampai di musik saja, lirik lagu-lagu mereka pun berbentuk puisi. “Inspirasi untuk menulis lirik kita kebanyakan datangnya dari emosi, dari apa yang gue lihat, apa yang gue rasa, semuanya gue tuangkan dalam bentuk puisi,” ujar Hangga. Metode yang mereka pakai untuk membuat lagu pun tidak mengikuti aturan tertentu, biasanya diawali dengan jamming, setelah musiknya ada, barulah kemudian lirik mereka sisipkan sedikit demi sedikit. Metode membuat lagu yang tidak terlalu merepotkan tersebut sudah dianut The Porno sejak lama, namun tetap dibutuhkan waktu kurang lebih satu dekade sampai album pertama mereka akhirnya dirilis tahun 2009 ini. Kematangan adalah faktor utama yang mereka kembangkan sejak dini, sejak kaset pertama mereka, mulai dari Pop Is Dead sampai demam Base Jam, yang dialami hampir semua anak kelas 2 SD. “Dari dulu kita memang sudah tetanggaan, teman dari kecil. Bowo itu main drum sejak kelas 5 atau 6 SD, dan kita terbentuk sejak tahun ’99. Dari jamannya Poster dan acara-acara sejenisnya, dari jaman kalau mau manggung harus bayar,” jelas Hangga seraya tertawa. Musisi lokal pada jaman tersebut banyak yang terpatri di hati mereka, dan idealismenya terus dibawa hingga kini. “Dulu patokannya kita nggak jauh-jauh dari Puppen, Rumah Sakit, dan kita berusaha terus konsisten dalam bermusik seperti mereka-mereka itu,” lanjutnya. Konsistensi adalah faktor yang mudah dipertahankan bagi mereka pada saat itu, namun tidak demikian halnya dengan posisi pemain bass. The Porno mengalami kesulitan dalam mencari pemain bass yang memiliki gambaran dan mimpi yang sama, yang punya potongan puzzle yang hilang. Kesulitannya adalah karena skala prioritas yang dipakai berbeda. Kalau band lain mengusahakan agar jangan sampai kegiatan band mengganggu sekolah atau kuliah, The Porno sebaliknya mengusahakan agar jangan sampai sekolah atau kuliah mengganggu kegiatan band. Pada tahun 2005, The Porno diundang untuk main di acara Thursday Riot di Parc, acara yang bergengsi pada masanya. Mereka merilis album mini berisi 5 lagu ciptaan The Porno, khusus dibuat untuk dibagikan pada acara tersebut. “Kita bikin 100 copy, nge-print sendiri cover-nya, potong-potong sendiri. Gue ingat sekali, kejadiannya di bulan Ramadhan. Aneh kan, masa sudah bertahun-tahun ngeband, tapi nggak punya bentuk karya sendiri?” Hangga menuturkan diikuti Pandu, Yanu dan Bowo yang mengiyakan. Perjalanan mereka sejak awal hingga album Subliminal ini keluar, merupakan perjalanan yang tidak sebentar dan tidak mudah. Terlebih lagi dalam proses mixing lagu yang susah-susah gampang, karena The Porno tidak mudah puas. Untuk album Subliminal, The Porno banyak dibantu oleh Iyub, sosok di balik band lokal Santa Monica, dalam proses mixing. Masukan-masukan dari Iyub juga didengar oleh The Porno, hingga rilisnya album yang dinanti-nantikan ini. Kini, setelah The Porno mendapat banyak pujian, mereka tetap tidak lupa akan akarnya. “Kadang kita suka kangen sama gig-gig pertama kita, yang lebih bebas, lebih lepas. Nggak usah munafik ya, yang namanya manusia pasti butuh uang. Tapi yang pasti, we just want to stay true to ourselves. Dulu, manggung dibayar pakai bir juga mau. Kalau mau cari duit, ngapain ngeband? Kecuali kalau memang maunya nurutin pasar itu tadi; hal yang kita hindari.” Album Subliminal ini ibaratnya sebuah karya yang merangkum 10 tahun perjalanan The Porno, sebuah titik temu yang sejak dulu mereka cari, sekaligus pintu yang membuka jalan untuk kesempatan yang lebih besar lagi di masa depan. Impian yang dirajut sejak kecil, kini telah meretas dengan dirilisnya album tersebut. Kalau dulu mereka hanya bisa gigit jari membaca pengalaman tur sebuah band, kini mereka menghidupi mimipi tersebut. Seperti kata Bowo, “Lebih penting banyak gig dari pada penjualan album, untuk rilis album ini saja rasanya puas sekali, seperti punya anak rasanya. Dulu kita jadi penonton, sekarang kita ditonton. Dulu gue videoin seseorang nyanyi, sekarang gue bisa main bareng dengan penyanyi yang sama. Kan gokil tuh rasanya?”
 When Adam ate the forbidden fruit, he did it because he trusted Eve, or because he loved Eve, or because the sin was so appealing? When Eve offered Adam the forbidden fruit, she did it because she loved Adam, she wanted him to have a taste. A taste of sin. They decided to leave Heaven, and fell down to Earth. All that for the sake of love. The problem is; Heaven knows what love is. Earth, on the other hand, does not.
 Muak aku melihat perempuan-perempuan murahan itu. Kulit kecokelatan hasil berjemur berjam-jam, rambut panjang hasil sambung-menyambung bernilai jutaan yang diambil dari kepala perempuan lain yang sudah tidak bernafas, lensa kontak berwarna-warni , bisa jadi mereka malu karena warna matanya tidak sama dengan perempuan Uzbekistan di meja sebelah yang bayarannya cuma satu juta lebih sedikit untuk tiga jam. Belum lagi badan digambar di tempat-tempat yang mengundang birahi, cara berbicara dan berperilaku seperti anak kampung dari Bojongkenyot yang tidak punya uang untuk sekolah dan tidak pernah belajar sopan santun, dan modus operandi di diskotik dengan mendekati laki-laki berkulit putih dan berhidung mancung untuk mendapatkan vodka gratis. Aku pakai lensa kontak agar dapat melihat lebih jelas. Untuk mendeteksi perempuan-perempuan seperti mereka, dan memberitahukan laki-laki atau perempuan di dekapanku agar tidak terbuai dengan binatang-binatang binal itu. Aku tidak sudi menerima minuman gratis dari laki-laki manapun, kalau dia sudah berani merengkuh pinggulku setelah seratus dua puluh detik berkenalan. Mungkin aku tidak pernah ambil sekolah kepribadian, tapi aku tidak pernah melepaskanseantero penghuni kebun binatang dari bibirku. Hati-hati ya Sayang?
Beberapa menit yang lalu saya menyempatkan diri untuk melihat apa yang sedang dikerjakan oleh adik perempuan saya di kamarnya. Dia masih duduk di tingkat terakhir Sekolah Dasar, dan termasuk murid yang pintar di sekolahnya (melihat gelar Juara Umum yang berhasil didapatnya dan juara kelas berkali-kali). Saya menyadari potensi yang dimilikinya, dan selama ini selalu berusaha untuk membimbing dia sedapat mungkin ke arah yang positif. Dilihat dari perkembangannya, hebat juga koleksi film kartunnya hasil download sendiri di Rapidshare. Dari parental control yang saya lakukan, selama ini semuanya masih positif, sampai beberapa menit yang lalu. Adik saya (Liza Rachel) sedang YouTube-ing ketika saya masuk ke kamarnya. Dari tampilan layar yang berwarna-warni, sepertinya kartun tersebut biasa saja, sama seperti kartun lainnya yang diperuntukkan untuk anak kecil. Ternyata ia sedang menonton Happy Tree Friends; kartun yang sudah sering saya dengar namun tidak pernah saya tonton sebelum hari ini. Tapi ketika saya memperhatikan adegan-adegannya, dahi saya langsung berkerut. Langsung saya bertanya. "Buat apa sih nonton ini? Memangnya bagus?" "Habisnya lucu, Kak. Buat iseng-iseng aja." Lucu dari mana? Adegannya tidak jauh-jauh dari bola mata yang ditembus ujung gunting, pecahan kaca yang masuk ke dalam mulut, aquarium dengan air berwarna merah darah, karakter yang dijepit kursi sampai badannya hancur lebur, bahkan ada satu episode dari Mondo Mini Shows tersebut yang menceritakan bagaimana karakter berbentuk rusa berwarna biru yang kakinya terjepit pohon terpaksa menggergaji kakinya dengan sendok dan penjepit kertas sepanjang hari. Saya sendiri bukan tipe orang yang takut melihat darah, tapi ketika (dulu) saya menonton film Saw buatan Australia itu, jujur saja saya sempat mual melihat adegan kaki digergaji yang persis sekali dengan adegan Happy Tree Friends tersebut. Ini memang bukan isu baru. Namun saya tidak dapat tidak memikirkan; apa kira-kira akibat jangka panjangnya bagi adik saya? Bagaimana dengan anak-anak lainnya? Apalagi mereka yang di bawah umur lima tahun (The Golden Age), yang kemampuannya menyerap informasi menentukan pertumbuhan cara berpikir mereka untuk (setidaknya) 30 tahun ke depan? Hasil penelitian melalui metode content analysis oleh Parents Television Council terhadap kartun-kartun serupa di negara-negara maju menunjukkan bahwa dari 443 jam penayangan kartun-kartun tersebut, terdapat 3.488 bentuk kekerasan. Penelitian yang sama juga mengindikasikan bahwa lebih banyak kekerasan dalam program acara televisi untuk anak kecil dibandingkan program untuk orang dewasa. Sampai sekarang belum ada tanggapan yang riil dari pemerintah. Mereka hanya dapat menghimbau para orangtua untuk memperhatikan acara-acara televisi yang ditonton anaknya, dan memberikan penjelasan atau bimbingan tertentu. Keseluruhan permasalahan ini membuat saya teringat dengan salah satu episode di The Simpsons, ketika Marge Simpson berinisiatif menghitung sendiri jumlah adegan kekerasan di kartun Itchy & Scratchy kesayangan Bart dan Lisa, kemudian menuntut perusahaan yang berkaitan untuk mengurangi kadar kekerasannya. Usahanya tidak sia-sia, karena Marge mendapatkan banyak dukungan dari orang-orang yang mempunyai visi yang sama. Dan untuk sementara, saya hanya dapat 'melindungi' adik saya dari kejahatan kartun tersebut. Menyedihkan.
 So there we were, sitting in two wooden chairs. Legs intertwined, facing the sky. Two ice coffees in the table, Yet we ignored them. We were sipping each other’s smell, feeling elated and detached with our surroundings. I smoked some more. You lit my cigarette. Your friend was telling us a chain-mail about Einstein and religion. We were listening, but not really. You said you’re feeling unwell. I told you to go home. But I didn’t want you to. I could spend the rest of the night with you, Staring at the grey sky, with the last sight of sunset. I kept on staring at you, Until you realized, then you looked down. Other people might think we were having an ordinary coffee. What they didn’t know, is that it took us a long way to be this way. Then I smiled. You smiled too.  They might think were morons. I’d say we’re morons in love.

i kissed your eyes. i nudged your nose with mine. i stroked your head. i traced your face.
you kissed my lips. you stroked my back. you pinched my cheek.
do you realize that life is way more beautiful when you're in love?
i feel like the happiest and the luckiest person on earth.

so you went out with her for a week. said you tangled her hair. with the same fingers that tangled my hair four months ago.
you think i'm okay with that? NO.
so you told me you want an established relationship. im stoked. then you told me you want to get married. i cried silently.
you think im still in the same league? NO.
i really want to tell you that im happy if you're happy. sorry, love. i dont want to lie to myself again.
i promise i'll tell you when i feel that way. but not today. NO.
but i'll be waiting for that wedding invitation to arrive.
then i can rip my heart out, and rest my love in peace.

i was beautiful when im with you. you inspires me a lot. i was happy. elated. indulgent. stoked.
 ..now that you're not here, i feel gutted. i cried and i laughed at the same time. i feel like the lowest form of a living being. cant you tell?
fill me in. i need you.
one of my i-buddy just gave me a link to his blog.great photos, great reviews, and many inspiring links.do check it out :)http://www.buddhabong.com/wordpress/

this is worse than a dilemma. i wanna take you out on a slow boat to French Polynesia and back again. we can talk our hearts out. no ego, no super-ego, no mind. all feelings. but when i let my feelings out, you feed me to the hammerhead sharks.
"that kind of feeling caused me trauma. best to feed the sharks. they need love, but they don't know that love will eat you out in the end," he said. 
my bedroom. sunday morning. 5.20 am. all alone. that was until my best friend came in. he nudged his head against my feet, asked me with his eyes; "why?"
tears streaming down my face. im tired but i cant sleep. i miss him but he wont see me. i love him but i let him go. that is why.
 i skipped my morning church. i dont need another public display of sadness. drove by myself to a spot where no one was around. then i screamed. cos some say it will release your anger.
but this aint no anger. so i came back home. bare hands. still gutted.
 when you loose something that you cant replace, what would you do?
would you collect paraphernalia? would you torture yourself by flipping through those letters you keep all this time? would you listen to the same song all over again, just to make yourself drown even deeper? would you re-do your make-up 3 times before a big photo shoot, cos you cant stop crying?
no. if you cant replace something that is missing, then you should be more cautious not to loose it in the first place.  the things you do to me. the words you tell me. the way you look at me. the affection you give to me. the way you love me like no one ever did.
that is what im missing.
you.
i still remember which kicks you were wearing when we first met.that was the trigger of our first conversation.months later, i told you im into kicks and you were thankfulcos you wore those kicks back then.otherwise that conversation wouldnt have happened.  i still remember that day, 14th of february. both of us are not the kind of people that celebrate such a day, but somehow we ended up together that day.  i still remember how you stopped the car when i said i wanna take a picture of the clouds, cos it was almost sunset and it was so beautiful i just had to capture it. you waited patiently even though those cars behind us honked madly, until i finished. i still remember that day when i was having a stressful day. you know how i hate a regular lucky strike filter cigarette box.i prefer the black one.and you listened to my babbling, cursing and cussing,while you moved each cigarette from the regular boxinto the black one, just to make me smile after.i still remember the day when i told you that i wrote a note about youin this virtual account, and you were so happy. you bookmarked it right away.sadly, i dont think you even remember this blog now.i dont even think you still remember me.

I’m aware of the fact that human being is full of mysteries. Nobody could predict what’s in our mind precisely, just like nobody can understand us completely. It’s impossible to reach 100% similar field of experience in life. Only The Creator has the authority to access that other side of our life. Come to think of it, human beings nowadays started to scare the hell out of me. I saw these tendencies, many tendencies becoming more and more habitual every day. They covered up their life, their daily routines, with this pseudo-mask to portray a pseudo-world, causing us to live in a pseudo-reality. And that makes us.. what? Hypothetically speaking.. The Greatest Creation of God? Or mediocre homo sapiens? Look around. Switch your meticulous mode on. Smell the view, see the sweats. It’s everywhere. They’re imminent. You can run, yet you can’t hide. We sweat the small stuffs, and ignore the humongous stuffs that matters. Or is it the small stuff that matters..? Or the big stuff is innocuous..? I can barely tell the difference no more. Ever feel like you’re one of them? Have you ever went to a party you didn’t even want to attend, but you felt that you have some obligation to do so, just because your hello-then-goodbye friend told you to come over because he/she’s gonna spin the vinyl when you bumped into that person at some random place? And we justify it with the label “social-being.” Have you ever hurt someone’s feeling? Just because you know that you’ve done something wrong to that person, but that pompous heart of yours told you not to apologize? Then you’re being repulsive, denying the fact that it is a paradoxical scene that you’re supposed to solve, and we justify it with the label “position means power” or even worse; "love hurts." Have you ever seen those images or videos of war? That costs more innocent souls than you can imagine, and you know that their government’s only concern is the soil left to burry the corpses, but you just stay put and sit still in your sleazy leather couch, potato couching and stuffing microwave-heated popcorns into your mouth, showing a glimpse of sympathy for a second, then changed the channel, snubbed those feelings away and go on with your life like nothing happened? And we justify it with “Oh, let’s not worry about something we didn’t need to think about. It happened in the other side of the world anyways.” or even worse; “They already have authorized peoples to take care of them. We can do nothing, because we’re nobody. We are not that astute enough to change the world.” Ever read an article that explains about how the symptoms of global warming becoming more blatant and obvious, damaging and dangerous day by day, but you put down the magazine, walked out into your vehicle that produces a massive amount of carbon dioxide along with other vehicles you passed by on the way to your 35 stories high office building with mirrors all over the skyscraper, causing a glass house effect that leads to another damage toward the earth’s ultra violet shields, which we should overhaul instead of ignoring it? And we justify it with “One small change wouldn’t change the whole world.” or worse; “We didn’t build the goddamn buildings, so go mind your own fucking business!” A concrete state of reality has changed its form into a formal delusion that we’ve created to hide our guilt. The reality itself, is covered up with ‘other reality’, which I may call the ‘hyper real’ world, where the real ‘reality’ doesn’t appear as the real one anymore. The real ‘reality’ has gone far more beyond that. It became ‘surreal.” And may I ask.. How concrete is surreal? Go ask yourself. Which side of reality are you living in right now? Are you hyper real? Or are you plain surreal? And that should lead us to the final curiosity; What is real? And this is the point where I should leave. So you guys can think with your contaminated brains. Civilizations made a troglodyte out of us. Dig out some reality. See if you can still find any.
hint: bukti bahwa sepotong tulisan pendek hasil pemikiran berbasis emosi semata bisa memicu sekumpulan teman yang tidak saling mengenal untuk bersilat lidah. terima kasih, muka buku.
 Mengapa dunia lebih tertarik dengan keburukan seseorang? Karena keburukan cenderung ditutup-tutupi manusia Karena manusia cenderung menutupi dirinya dengan kebaikan yang fana Karena manusia suka pura-pura bohong dan pura-pura jujur Karena kita semua manusia. Berkepala satu, dua mata, dua telinga.
Tidak mungkin sempurna, meskipun kita makhluk ciptaan Dia yang paling baik.
I love the way you listen to me when I’m babbling about the enigmas of life –or when I’m purely psycho babbling — You look at me and I know you know that I’m having a stressful day.
I love how you conduct such manner to know when to give feedbacks without irritatingly judging the case, or when to provide a shoulder to rely on.
I love it when you tangle my hair with your fingers and let them slip away, or when you let me touches your ears when it's freezing out there (you know how I love 'cold' ears).
I love it when you spew those sweet words without the word ‘cliché’ written on your forehead, or when you pull such spoiler acts for such romantic scenes when we’re alone by ourselves.
I love it when you accompany me to see my fave flick, or when you try to stay awake during the film (oh yes, I recognized those sleepy eyes!)
And as a friend told me earlier, I hate relationships, but I love being in love.
ps: yes dear, this note is about you.
In ancient England a person could not have sex unless you had consentof the King (unless you were in the Royal Family).When anyone wanted to have a baby, they got consent of the King, the King gave them a placard that they hung on their door while they were having sex. The placard had F.*.*.*. (Fornication Under Consent of the King) on it. Now you know where that came from.
oh, and you can fuck her if you want to! for real! i'm supremely generous.
 | Leave A Trace | |
 | Most of it, yes. Eh gue dikerjain Leo nih, Jumat siang lo ngapain? Paginya gue dipaksa jadi exhibitionist sama dia. Hahaha. |
 | hehehe, muchas gracias. ayo aja gue sih, udah lama gak kumpul-kumpul and kongkow-kongkow juga.
did you took all those pictures yourself? |
 | Halo Faith! I've been good. Skip the details, because thats what they say when you ask them how they doing, don't you think? Sudah nonton Republik Petruk belum? Bareng yuk. Ajak kekasihmu itu juga. And Zeke too. |
 | hi yo,
apa kabar mbakyu? long time no see... |
 | thanks Rachel, Nice blog! |
 | thanks love, i really like your drawings too. thus, i still need to learn more. i'm not good in both indonesian and english. |
 | i really like your recent posts in bahasa. i find it rare a writing in bahasa not come off tacky. anyway i like your words in any language. |
 | wauw, keren. Penuh imajinasi. pasti orangnya luar biasa deh :) |
 | nice to meet you too. i like white pony. the era of back to school, teenager, minerva.. used to dig teamsleep but not anymore! |
 | absolutely !
nice to meet ya |
 | wah ada modelnya zeke and the popo.. hehe.. |
 | Hello, habis search lagu Grandmaster Flash, ketemu web kamu, jadi mampir baca artikelnya dulu, nice drug choice article and nice to meet you |
 | naad naadd :) ini topher koper :) |
 | naw. don't believe everything you heard. ..and that's purely bcos we're already moving to another venue, Oishisha! ahaha. so, swing by around this Sunday.
|
| |
namun indah...
kalau kata seorang teman dekat yang ingin dianonimkan:
manusia memang tidak ada yg sempurna setidaknya mencoba untuk lebih baik. mungkin karena manusia tidak pernah menghargai dirinya sendiri sehingga mereka mencari dan hanya mengingat keburukan2 orang. yang pasti manusia itu kebanyakan egois! Tidak mau menerima dan mengakui bahwa manusia manusia selain dirinya itu mempunyai kelebihan kelebihan yang mereka tidak miliki.
>sangat setuju dengan kalimat terakhir. superego manusia itu bisa bikin khilaf. buta mata hati. bukan begitu bukan?
ada dua cara pandang menanggapi gelas yang setengahnya terisi air.
orang haus yang positif: "untung saja, masih ada setengah air didalamnya.."
orang haus yang negatif: "sialan, isinya cuma tinggal setengah.."
so which one are you?
positif : "biarkan saja orang itu, kemunafikannya adalah bagian dari hatinya yang terluka dan harus dimengerti."
negatif : "mampus saja orang itu, kemunafikannya telah menyakiti hatiku dan dia pasti akan kena batunya."
memaafkankah? atau mengutuknya?
im more of both. manusia harus punya dua kutub, positif dan negatif. kalau seseorang positif semua, bisa jadi cenderung melihat sesuatu hanya dari baiknya saja. dia jadi rentan terhadap kegagalan, dan menciptakan 'dunia semu' dalam pikirannya. orang yang 100% positif, sekalinya sadar akan realita, bisa jadi tidak bisa menerima, dan sekalinya jatuh, jatuhnya lebih dalam ke lubang yang ia gali sendiri.
but still, being positive tidak sama dengan negative. haha im being positive now.
Maybe not the precise definition of what you're talking about tapi pretty close lahh...
Mungkin kalo kesempurnaan manusiawi itu beneran ada, life would be so damn boring. Not to mention pointless. Imperfections make me feel alive.
Saat orang lain terlalu fokus sama keburukanmu, mungkin karena kebaikanmu terlalu menyilaukan buat dia, you just tell them, Don't hate the player, mofo, hate the game! Booyah!
segala aspek kehidupan di dunia ini adalah sebuah proses
"from nothing to something"...
awalnya kita sama sekali 'nothing' kok...kalopun kita udah jd 'something', itu cm sebagai gerbang pembuka dr banyak 'nothing'2 yg akan kita 'something'-kan lagi nantinya dan proses tersebut akan terus berulang sepanjang hidup kita...
jadi kapan kita akan "sempurna"?
sejauh proses diatas terus berulang,kita ga akan pernah mendapatkan kata "sempurna" di hidup kita...
trus kapan kita akan menjadi "baik"?
it just a words...
then the same dude posted these words in separate comments:
depends.
knowledges.
perspectives.
natural.
faith.
taste.
like.
dislike.
lust.
desire.
human being.
being human.
cuma kl gw pribadi emang aga anti dengan kata "sempurna", karena justru kata itu yg bikin kita ga maju2!namanya manusia apalagi indo, kbanyakan males!sekalinya dbilang sempurna, udah, cuma mpe segitu aja usahanya...puas!jd sbenernya kita harus terimakasih buat comment2 org yang buruk2, karna itu yang bikin kita mau untuk jd lebih baik lagi...bukan begitu bukan?yah, itu menurut gw...haha.
dan gw sangat setuju emang harus imbang, positif dan negatif.sama aja kaya dan miskin.kalo semua org kaya...ga ada karyawan, ga ada 'pembantai',dll.segala sesuatu yang belebih emang ga ada yang bagus.sangat baik atau sangat buruk, dua2nya ga ada yang bagus.kita ga akan bisa jadi sempurna, yang kita bisa adalah untuk menjadi lebih baik.kecuali...ada yang berani saingan sama Tuhan?! xp
Coz we're making a movie about our life,for God.
we're the act,we're the director,and let god explain about our movie ..while we're in the worlddd guyssss...thx
get it now??!!!
no??!
but maybe u will...by times...i hope...
and i really appreciate it all of your thoughts...free speak and free thingking...just spit!
love and lights!
damoy: what the F??!!what do you mean by a god??? a god??!!!!!!!hsuhsuhau u make me laugh man....do you know who the GOD is? if u dont know anything about GOD...dont talk about GOD to me man...
lets make it simple
from all my 14 comments. the first comment...there is no such a thing like "baik,buruk,sempurna dan tidak sempurna" it just a words...
and the others comments it just not a words!!!...
bahasa indonesia aja ya...ribet man...im not good in english...
kita tidak bisa menilai baik, buruk, sempurna atau tidak sempurna... karena semua itu sifatnya relatif...its all about perspektif, keyakinan, etc bla bla....gw bisa bilang diri gw sempurna tp belom tentu lo ngeliat atau bilang gw sempurna...ini relatif..tergantung...kita
love and lights
Januar : U dont believe in unity??...mau ga mau man...cuz u part of it!!
btw nad...u and saz have a beatiful mind...i hope im right...from all the notes that you wrote and your senses....i know both of you are specials...
and im sure both of you didnt know yourself really are...dont destroy your self...
i can explain it but not here...its too risky...the key is "mission"..
i am here to help who is anyone needed....i collects special human...and knowledeges is the power...
i repeat.. i hope im right and i hope you not a poser(cuz many poser out there)...
....just PM me...if u like...
feel free to chat...
love and lights!!!
-namaste!
thanks love, delighting in others misfortune is pretty much similar, but not exactly whats happening to me now. perfection is boring indeed, and im not trying to be perfect. i aim to be a better person, im sure you'll agree. xx
nahum:
ooo boy you got me there, one of my fave saying is 'nothing is always something in the end' no need to add anything, i believe we're in the same page here.
domdom:
im not complaining about those 14 comments. pasti ada maksud tertentu sampe setiap kata dipost terpisah. gue coba ngikutin arah pemikiran lo, connecting the dots between all those 14 words, tapi 'jembatan pikiran' gue patah di beberapa tempat.
depends - knowledge - perspectives > i concurr, got it. semua tergantung dari pribadinya masing-masing, yang balik lagi ditentukan oleh tingkatan ilmu pengetahuan orang tersebut, yang pada akhirnya turut punya andil dalam pembentukan perspektif seseorang terhadap banyak aspek dalam kehidupan (begitu bukan dom kira-kira?)
natural - faith - taste - likes - dislikes > i concurr
lust - desire - humang being - being human > this too
tapi antara ketiga 'kubu' tersebut gue ngga nemu kaitannya, karena mungkin perspektif kita beda (atau karena gue baru bangun), tapi bukan berarti gue harus tau juga ;)
and im pretty sure you can differentiate whether someones a wannabe or not. lo bisa ngeliat lebih jauh dari penampilan seseorang, atau dari permukaan sepotong pemikirannya. me and saz. were like kindred in many ways, but also different in many ways. i think its a good thing tho, although its not perfection.
dianthi:
iya gue seneng sama kritik. kita butuh dikritik, karena kalau kita ngaca, kadang-kadang kita suka ngga liat (atau pura-pura ngga liat) kekurangan-kekurangan kita sendiri.
im not saying that u complaining...heee
itu tiap post isinya sama aja ga ada yg beda dan ga terpisah tp berkesinambungan apa dan bagaimana terbentuknya penilaian... lalu lahir kata sempurna dan tidak sempura...
about you and saz...maybe u not already get what i meant...its somethings big!!!about the future...very important...... and u have the rights to know...
the keywords is "changes or mission"..
i know it sounds really weird...
but its ok...if u dont care...its your freewill...
and if!!! u are really "the specials" u will find the answers by your own...not by the man who told u are "the specials"...
love and lights!
-namaste!
(that's not all, just got back from a very tiring day, about to passed out real soon. my point is, different background and resistant towards others point of view or just by being persistent in between swapping ideas could lead into a catastrophe through virtual letters. how fun.)